Sudah dua hari ini kamu selalu saja mengeluhkan perihal dia yang sekamar denganmu. Aku juga tidak bisa bicara banyak tentang hal itu, toh perasaan itu adanya di dalam hatimu. Kedatangannya di kota ini bukankah kau juga yang menjemputnya ? Lalu pada malam-malam berikutnya kenapa tak kau temani saja tidurnya ? Tidak ada yang salah dengan hal itu, toh semua orang tak mempermasalahkan kedekatan kalian.
Sebenarnya akan lebih tidak baik ketika malam ini kutemani lagi dirimu dan orang-orang seisi rumahmu mengetahui hal itu. Apa yang harus kukatakan pada mereka ? Lalu apa yang harus kukatakan pada dia yang menunggu di kasur kamar tidurmu ? Apa ? Lanjutkan membaca ‘Menemanimu yang Tidak Mau Tidur dengan Orang Lain’





Yang memberi caci maki sekaligus saran