Sudah dua hari ini kamu selalu saja mengeluhkan perihal dia yang sekamar denganmu. Aku juga tidak bisa bicara banyak tentang hal itu, toh perasaan itu adanya di dalam hatimu. Kedatangannya di kota ini bukankah kau juga yang menjemputnya ? Lalu pada malam-malam berikutnya kenapa tak kau temani saja tidurnya ? Tidak ada yang salah dengan hal itu, toh semua orang tak mempermasalahkan kedekatan kalian.
Sebenarnya akan lebih tidak baik ketika malam ini kutemani lagi dirimu dan orang-orang seisi rumahmu mengetahui hal itu. Apa yang harus kukatakan pada mereka ? Lalu apa yang harus kukatakan pada dia yang menunggu di kasur kamar tidurmu ? Apa ? Tapi tak apalah, toh kamu juga baik-baik saja, gak seperti biasanya di siang hari yang selalu marah-marah, loncat-loncat gak jelas, menggigit apa saja yang bisa digigit (sampai suatu saat dosenmu sendiri kamu gigit dengan beringasnya), merokok LA Menthol tanpa henti yang membuat nafasku sesak (secara aku kan bukan perokok kecuali kalau Gudang Garam). Pokoknya ketika malem kamu jadi pendiem banget deh, kaya’ tikus kedinginan.
Pernah kepikiran buat membungkusmu di dalem kotak gede yang cuma ada beberapa lubang biar kamu masih bisa nafas, jadi nanti walaupun kamu gak bisa njemput dia, waktu dia dateng dan mau tidur sama kamu, dia tinggal masuk aja ke dalem kotak. Gimana, kamu pasti setuju untuk berkata TIDAAAKKK…!!!!
Kamu tu ya, aneh. Dilihat dari segala sisi, kamu tu harusnya ngerasa lebih nyaman ma dia, bukan sama aku. Coba kita kupas satu persatu. Pertama, kamu tu dah kenal dia lebih dulu dari pada kenal ma aku. Kedua, semua orang taunya kamu tu sangat cocok sama dia, sumpah aku juga mikirnya gitu. Ketiga, orang tua kalian tu dah saling kenal dan tidak pernah mempermasalahkan hubungan kalian berdua, sangat mendukung bahkan. Keempat, kalian berdua dah saling memahami, berbagi dan tidak saling menutupi satu sama lain (kecuali dalam hal ini), bahkan aku rasa kalian pernah mandi bareng. Kelima, beberapa kali aku lihat kamu menangis didepannya dan dia menenangkanmu, begitupun sebaliknya. Wah pokoknya kalian tuh serasi banget deh. Swear…!!! Trus, kenapa seh kamu tuh gak mau tidur ma dia dua malem ini (padahal sebelumnya kamu O.K O.K aja) ? Aku gak habis pikir dengan keputusanmu ini
Kalau saja aku bukan temenmu yang sangat baek (survey membuktikan bahwa 99 dari 100 orang responden menyatakan bahwa aku tu orang yang baek banget) aku gak akan mau melukai perasaan seseorang yang harusnya menjadi teman tidurmu dua malem ini. Aku gak mau melukai hatinya (k’lo sampai dia tau) terus, aku juga lama-lama gak enak sama kamu. Dulu kamu tuh selalu menceritakan dirinya, dia yang beginilah, dia yang begitulah, dia yang ngangeninlah, atau kamu yang selalu gak bisa kalau gak baek sama dia walaupun jelas-jelas dia sedang bermesraan dengan orang laen. Dengan perubahan sikapmu ini, aku jadi terkejut dan sejujurnya aku masih menunggumu menjawab pertanyaan yang kemarin kuajukan padamu “ada apa denganmu dengannya ?” , hingga malam ini kamu masih saja diam. Aku tidak mengajukan pertanyaan dua kali, tapi aku akan tetap menunggu jawabanmu. Semoga kamu kembali padanya karena aku tak mungkin sanggup tiap malam menidurimu.




ieh temannya itu apa yah?
waduh, dilematis juga ya, mas, hehehehe
btw, ini fakta atau fiksi, mas?
@ pak sawali : sy berdoa ini fiksi… dan tdk ditulis berdaraskan fakta
@aRuL :
temanya itu konflik batin mas., gk nyambung yah.??
cuma iseng2 aja se nulis. hehehehehehe….
@Sawali tuhusetya :
itu awalnya fakta., tapi namanya cerita ya banyak bumbu tambahannya pak.
oia cerita semua tokoh dalam cerita itu pada kenyataannya adalah berjenis kelamin yang sama pak.
@fauzansigma :
sig, dirimu tahu kan klo tokoh dalam cerita itu siapa ajah. Jadi ya fakta.
ceritanya kok nyerempet2 ya?
@ tukangkopi : maaf cerintanya gk punya spion., jadi wajar klo nyerempet
Saya setuju kalo semua tokohnya berjenis kelamin sama, lebih seru aja…