
Mahasiswa sebagai generasi intelektual muda tentunya memegang peranan penting dalam menggelindingkan roda sejarah Bangsa Indonesia kedepan. Gadjah Mandja Mada sebagai salah satu universitas terbesar dan terkemuka di Indonesia tetunya secara otomatis memiliki tanggung jawab besar terhadap bangsa dan negara kita tercinta Indonesia dalam proses pembentukan mahasiswa sebagai generasi muda yang intelek dan cinta tanah air.
Setelah begitu letih dengan berbagai perjuangan (UAN, UAS, SMPTN, UM UGM, dan tentunya perjuangan dalam membayar segala macam biaya yang jelas maupun gk jelas segala macam perjuangan lainnya) agar sampai pada tahap seperti ini, kegembiraan tentu ada dalam hati tiap calon mahasiswa baru saat ini. Menyandang status sebagai Mahasiswa Universitas Gadjah Mada memang memberikan rasa bangga bagi kita (terutama mahasiswa baru J). Sesuatu yang harus disadari bahwa sesungguhnya rasa bangga itu diikuti juga oleh konsekwensi kita sebagai Mahasiswa Universitas Gadjah Mada yang tidak ringan.
Sebagai mahasiswa di kampus yang terkenal dengan Visi Kerakyatannya, maka secara tidak langsung kita dituntut pula untuk menjadi mahasiswa yang memiliki visi kerakyatan. Mahasiswa yang harus berani merubah mindset berpikir bahwa mahasiswa yang baik itu harus cepet lulus dengan IP yang baik lalu menjadi buruh terserap oleh perusahaan asing bursa tenaga kerja dan memiliki gaji yang tinggi menjadi mahasiswa yang baik adalah mahasiswa yang setelah lulus mampu menerapkan ilmu yang didapat dari bangku perkuliahan pada realitas kehidupan sosial kemasyarakatan dan berguna bagi nusa bangsa.
Di tengah pola kehidupan yang menuntut setiap individu semakin egois, apatis dan pragmatis seperti saat ini, suatu hal yang berat memang untuk berpikir tentang nasib orang lain tapi saya yakin masih banyak insan-insan muda Indonesia yang melakukannya. Aktifis mahasiswa yang walaupun banyak pihak sekarang memandang sebelah mata terhadap kegitan mereka tetapi saya pribadi merasa bangga terhadap mereka. Sangat bangga terhadap komitmen mereka dalam mewujudkan cita-cita luhur untuk Indonesia yang lebih baik. Bukan sekedar pandai mengkritik dan menghujat pemerintah tetapi memang benar-benar menyadari bahwa mahasiswa sebagai genarasi muda harapan bang
sa harus selalu menjaga kinerja pemerintah yang terpilih berdasarkan suara rakyat agar tetap pada koridor mengayomi masyarakatnya. Sesuatu yang harus dilakukan karena jika tidak, kemungkinan pemerintah untuk keluar dari koridor tersebut semakin lebar.
Dari sekian banyak jumlah lulusan SMU dan atau yang sederajat yang kemudian melanjutkan jenjang pendidikan ketingkatan universitas alias menjadi mahasiswa, berapa banyak yang menyadari tugas berat ini? Berapa banyak jumlah mereka yang akhirnya memutuskan memilih jalan menanjak, berliku, curam dan menawarkan banyak resiko ini? Berapa banyak pula yang memilih jalan aman dan nyaman? Untuk diingat bersama bahwa generasi muda saat inilah yang nantinya menentukan bagaimana Indonesia kedepannya. Mari bersama membangun bangsa. HIDUP INDONESIA TANAH AIR TERCINTA.





Jadi gara2 ini si Fawzan ga balik2 ke solo?
Nontonin mahasiswa baru?
Kalo begitu (kesimpulan) biarin aja anakku jadi warga Perancis saja. Soalnya sekolah sampai SMA gratis. Perguruan tinggi, jika orang tua tidak punya dapat beasiswa apapun nilainya(IP-nya). Yang penting anak mau sekolah.
iya mas.. saya sebagai mahasiswa baru sebenernya pengeeen banget jadi mahasiswa yang ideal , seperti mas ini lho.
nah skrg gmn mau jadi ideal mas, lha wong mau ikutan organisasi aja di tumplekin sama kuliah yng padatnya nggilani nya minta ampun, dan ga penting lagi.. *kata mas saya, mas eko p lho*..
belum lagi bayarnya mahal minta jingklong mas, org tua saya jadi pragmatis mas, pengenya saya cepetan lulus, kawin, kerja, *mburuh* dan gak usah neko2 pas dikampus…
*clingak-clinguk, kyk MARU UGM yg bru registrasi*
@COTS: apaan, saya kan cm diminta menemani danoe…
inti utamanya ketika ada mahasiswa baru, mengubah mereka dari siswa menjadi mahasiswa
aaaakh… mahasiswa sekarang sukanya demo anarkhis…
merusak aja bisanya…
@ ALL : [OOT] yang demo nya anarkis aja ga d gubris apalagi yang cm diem2….
@ COTS :
sigma ke jogja ngeliatin tanna HM* di GSP skalian hunting2 lokasi bagus buat nyambut orang tenar yg mo dateng kesolo di awal2 juli
@ Juliach :
mau ngangkat aku jadi anak gk mbak..???
*mengharap kuliah gratis di perancis*
@ Fauzansigma :
mas sigma yg hebat gk perlu kuliah juga dah sukses., yo po rak..???
JHON., piye poster filmnya.?? kapan di aplot..??
@ aRuL :
ayo kita rubah jadi power ranger…!!!
@ tc :
…….
*diem aja coz udah dijawab ma mas sigma yg hebat*
bahasan ini ga bakal ada habisnya…
indonesia gitu lhooooooo *lagi males comment*
@ uNieQ :
seperti cinta yang gk ada matinya…!!!!