Selama ini kita selalu hidup dalam oposisi biner. Benar salah. Kanan kiri. Hidup mati. Kaya miskin. de el el. Tulisan ini juga bagian oposisi biner antara menulis dan tidak menulis
dan juga hasil dari pilihan setelah membaca tulisan mbak ulan, mas adi isa, pak sawali dan mbak itik kecil yang membahas tentang kemiskinan.
Berbeda dengan segala sesuatu yang berbentuk/riil/materi, kaya-miskin, bahagia-sedih, cantik jelek, de ka ka merupakan sesuatu yang ada dalam imaji. Ketika kita dapat dengan mudah menentukan inilah pulpen, leptop, uang, mobil, sepeda, becak, itu karena kita dapat melihat bentuk fisik dari benda-benda tersebut dan tentunya akan berbeda dengan cara kita menentukan sesuatu yang tidak memiliki bentuk fisik.
Pada kenyataannya, kebanyakan kita sering menentukan hal-hal tak berbentuk fisik tersebut dari atribut-atribut fisik yang mendampinginya. Secara tidak sadar, seringkali kita menganggap diri kita sendiri itu kaya atau miskin berdasarkan materi yang kita miliki. Karena anggapan seperti ini pulalah, kita mengklaim bahwa ketika kita ingin bahagia maka kita harus kaya dalam arti memiliki materi yang berlimpah. Padahal kaya seperti ini adalah sesuatu yang sangat berbeda dengan kebahagiaan. Saya jadi ingat kata-kata ABAH dalam serial TV “KELUARGA CEMARA”
Kita memang tidak kaya, tapi apa lantas kita tidak bahagia….???
Mungkin iya, ketika kita memiliki materi yang berlimpah, kita dapat memuaskan nafsu berbelanja kita, tapi apa lantas kita bahagia dengan itu semua…???
Kembali lagi saya membaca tulisan mbak ulan, bagaima kita tahu mana kaya jika kita idak tahu mana yang miskin..?? Bagi saya, oposisi biner itu bukanlah sesuatu yang berlawanan, melainkan sesuatu yang saling melengkapi. Segala seseuatu yang saling melengkapi tidak dapat dipisahkan dengan tingkatan karena sejatinya kita tidak dapat memahami yang satu tanpa memahami yang lainnya.
JIka kita memiliki harta yang berlimpah tapi tetap saja merasa kurang dan terus menyiksa diri berusaha menambah harta begaimanapun caranya, apakah kita pantas disebut kaya..???
Jika kita tidak memiliki harta yang berlimpah tapi merasa cukup dengan apa yang dimiliki sekarang, merasa inilah yang terbaik dan pantas untuk kita miliki, berusaha mengelolanya bukan menghabiskannya, lantas apa kita pantas untuk disebut miskin..???
Apa menurut anda seorang Mohandas Karamchand Gandhi a.k.a Mahatma Gandhi yang tidak memiliki apapun secara materi itu seorang yang miskin..??





sedang belajar untuk mengelola uang. Karena selama ini saya merasa diajari untuk menghabiskan uang berapapun banyaknya bukan diajari untuk mengelola uang berapapun sedikitnya
Indosat blog contest ikutan yuk !!!
Idealnya kita ini Kaya harta, kaya ilmu, kaya budi, kaya akhlaq dan kaya segalanya. Dan semuanya juga menjadi ujian bagi kita. Termasuk kemiskinan, ini juga ujian bagi kita.
Dan yg lebih idealnya lagi kita ini Kaya di Dunia dan Kaya di Akhirat.
amin.
salam kenal mas Danoe
informasi yang baik.. semoga kegiatan menulis anda senantiasa mendapat balasan yang setimpal dari Yang Maha Kuasa.
Kunjungi blog saya. baca dan analisa dengan seksama. saya berharap kita dapat meraih kemapanan finansial bersama-sama. amin
wah om danoe emang top.. udah dapet pencerahan nya
*salaman*
kaya belum tentu bahagiaa
saya sepakat dengan mas danoe, kaya dan miskin itu bisa muncul jika kedua-duanya hadir. orang bisa disebut kaya jika ada yang miskin. itu secara eksternal secara internal, kaya atau miskin sangat dipengerauhi oleh karakter orangnya. orang bisa saja merasa dirinya sangat kaya mekinpun secara materiil dia sebenarnya ndsak punya apa-apa.
menurut saya, itu adalah proses pencarian hakikat Mas Danu, semoga kita semua dapat dimudahkan jalanya untuk dapat menemukan hakikat. Karena, tidak hanya seoarang ustadz yng terus berada dimasjid saja yang dpat menemukan hakikat bukan. Bahkan saya kira, hakikat itu akan kita temukan di tempat yang berserakan di lorong-loring dunia! mari kita keliling dunia berdua mas danu!
Mmmm, kaya dan miskin adalah relatif. Seperti orang bisa menyebut seorang yang lain itu cantik atau jelek. Karena sebenarnya,semua datang dari perasaan. Saat kita bilang 1 orang miskin, belum tentu dia merasa gitu. Begitu juga sebaliknya
Btw, saia juga lagi belajar mengelola uang nih . semoga kita sukses ! =)
@ pranajayas :
wah mas., saya mallu nek ikut2 kaya gt. lagian saya juga gk kualifeid ikut itu, tapi thanks banget infonya. Yang mo ikut….monggo…
@ Alex :
lam kenal juga mas Alex. Wah., dimana-mana yang ideal itu susah didapet mas., gmn dunk
@ quantumeconomics :
Apluuussss….. eh amiiiinnnnn…..
@ ulan :
iya., kemaren dah beli lampu., jadi kamarnya terang nan cerah.
*pelukan*
@ agunk agriza :
yang jelas david bechkam gk kaya’ saya….saya gk rela disama2in walaupun dia bahagia jika disama2in saya :p
@ Sawali Tuhusetya :
SEPAKAT PAK GURU…!!!!
@ orang tidak kaya tidak miskins :
Hakikatnya anda itu Fawzan Sigma Aurum
tumben gk login bro..???
ayo…kapan kita jalan2 keliling2…..????
@ s H a :
Semog sukses bareng….
Amiiieeennn…..!!!!
jawabannya MERASA JADI KAYA…….hahaha
mas sy ijin link blognya ya ?
sering-sering lihat ke bawah deh… pasti kita akan terus bersyukur.
@ Alex :
monggo mas…saya tersanjung… :blushing:
@ kishandono :
siyaappp boz…..
eh tapi gimana bisa tau bawah klo gk tau atas yak…???
Yang aku benci: bersifat miskin. Memang prinsip hidupku: kita harus kaya. Penalarannya tidak hanya material. Jika bisa kita dapat, itu syukur-syukur. Maksudku sealain matelial, juga kaya moral, ilmu dan hati.
Jika kita sudah miskin harta, miskin hati pula. Lalu bagaimana kita bisa memberi??? Boro-boro deh kasih informasi?!!?!?
Iya cita2ku juga yang penting bahagia. Kalau kaya bisa bikin bahagia la sebelas dua belas dong.. yang penting bahagia ajaaaa….
“Ustadz mode On”
Amal dan beribadah = Harta abadi = bahagia permanent
“Ustadz mode op”
Amal dan beribadah adalah hal yang kadang mudah terlupakan oleh saya…
klo punya harta melimpah tp masih aja merasa kurang, itu memang hakikatnya manusia…kurang bisa bersyukur atas apa yang telah dy miliki…klo sudah begitu..menghalalkan segala cara deyh..
hallo salam kenal !!!!!!
mampir ke blog ku ya!!!!!!
the best things in life cannot be seen or touched, they are felt by the heart;)
aku doakan abangku ini tetap menjadi orang yg kaya harta dan kaya imannya.
tetap semangat dan salam hangat selalu
Kaya belum tentu bahagia
Bahagia belum tentu kaya jadi enaknya apa dong hmm yang sedang sedang aja kali ya..
Kunjungan balasan salam kenal mas danu ^^v
yang menjengkelkan itu sudah miskin tapi sombong. mungkin mereka bahagia dengan kesombongannya. jadi ya.. tak apalah!!
*danoe, tiap kali bales YM mu kok selalu error ya??*
Saya kaya karena kaya akan teman
Balance antara kaya hati dan Harta baru Bahagia ..
salam kenal mas