Sore itu di tingkat dua sebuah plaza, kamu duduk tepat di sampingku dengan segelas cafe latte yang asik kamu aduk setelah menuangkan gula kedalamnya.
“masih pahit….” katamu sambil memandangku dengan mimik yang sangat menggemaskan.
“tambah lagi aja gulanya…” kataku padanya,
“tapi kenapa harus menambah gula, jika kamu saja sudah sangat manis” sedang sisa kalimat di belakangnya hanya kuucap dalam hati.
“nanti sajalah…aku kan dah manis” sambil tersenyum kamu menimpali ucapanku. Aahhhh…senyummu itu, semakin membuatmu cantik sore itu.






Yang memberi caci maki sekaligus saran