“sebuah renungan saat UGM berproses dengan dies natalisnya yg ke-59″
Proses selalu saja menawarkan perubahan. Variabel-variabel yang tak pernah terpikirkan selalu saja menjadi bagian menarik dalam sebuah proses. Proses-proses yang sengaja maupun tidak kujalani. Proses yang kuanggap sebuah pembentukan diri, bentuk pencarian jati diri. Proses yang kubanggakan. Ternyata membawaku pada kesadaran tentang ketiadaan. Berawal dari kehampaan, berproses untuk ada, namun selalu saja berujung kehampaan. Bentuk yang merupakan titipan ini pastinya akan diambil kembali oleh sang pemilik. Kembalilah aku menjadi ketiadaan. Identitas-identitas yang melekat tak lebih hanya simbolik. Pengupayaan diri agar dianggap ada. Apa lantas aku menjadi ada.??





Yang memberi caci maki sekaligus saran