[Indonesia] DPRD, IPDN, Thomas Cup dan Viagra

Ketika duduk-duduk di depan televisi kemarin malam, ada berita yang menggelitik hati saya. Dua anggota Fraksi Kebangkitan Bangsa DPRD Jawa Timur, Jakfar Sodiq dan Firjaun Barlaman nyaris beradu jotos saat mengikuti sidang paripurna (15/5/08). Bagaimana tidak menggelitik, di dalam pertemuan sekelas sidang paripurna, kedua orang anggota fraksi PKB ternyata masih mendahulukan tindakan fisik guna menyelesaikan perbedaan pendapat yang lumrah terjadi. Memang ketika usul dan pendapat seperti tidak didengar, emosi dapat dengan mudah tersulut, tetapi bukankah sebagai wakil rakyat seseorang dituntut untuk lebih bijak dan berpikir jauh lebih jernih. Tindakan fisik yang diambil itu, tentunya tidak malah menyelesaikan masalah melainkan malah membuat kondisi sidang tidak kondusif. Keinginan untuk menyampaikan pendapat (yang mungkin lebih baik) malah tidak mendapat tanggapan positif dari para anggota sidang lainnya, bahkan pendapat-pendapat lain yang mungkin jauh lebih penting jadi tidak dapat tersampaikan karena Jakfar Sodiq akhirnya keluar dari ruang sidang.

Setelah tertawa sinis dengan kelakuan oknum di dalam sidang paripurna DPRD Jatim, saya menjadi miris sekaligus ngeri ketika membaca berita tentang kekerasan yang lagi-lagi dilakukan oleh Praja IPDN (Institut Pemerintahan Dalam Negeri). Praja IPDN Vefi Aike Yandra (berasal dari Irian Jaya Barat) ditusuk belati oleh teman sesama praja Muzian Beli (berasal dari Sumatera Selatan). Menurut laporan tertulisnya, Rektor IPDN, Johanis Kaloh menyatakan bahwa kejadian ini hanya karena masalah sepele. Vefi secara tidak sengaja menjatuhkan pintu ketika menutup pintu lemari belajar sehingga menimbulkan suara keras yang menggangu tidur Muzian. Kejadian tersebut memicu perang mulut diantara keduanya dan berlanjut pada tindak kekerasan. Kasus yang sekarang ditangani oleh kepolisian Resor Sumedang itu benar-benar membuat saya sebagai rakyat kecil di negara besar ini harus merasa khawatir. Bagaimana jika para praja tersebut nantinya menjadi perangkat negara dan menghadapi kasus yang tidak sepele? Tindak kekerasan seperti apa lagi yang akan beliau-beliau lakukan? AMPUN JENDRAL…!!!!!!!

Setelah membaca berita tersebut, saya memutuskan untuk mengalihkan perhatian saya pada olah raga (Yah, menurut saya olah raga gak nakut-nakutin banget). Setelah kemarin Tim Uber Cup Indonesia berhasil memastikan diri melaju ke final, saya berharap Tim Thomas Cup Indonesia dapat melakukan hal yang sama (tapi sayang harapan tinggal harapan…hiks..hiks…hiks…). Pertandingan pertama antara Sony Dwi Kuncoro dengan atlit Korea, Park Sung Hwan sangat menarik perhatian saya. Sony saat itu harus menerima kakalahan dari Park dengan skor 12-21, 21-12, 18-21. Dari perspektif yang agak berbeda, saya melihat banyak “tindakan kekerasan” yang dilakukan oleh Sony. Pukulan-pukulan keras alias smes yang tidak tepat sasaran sering dilakukan oleh Sony. Tidak hanya itu saja, Sony ternyata hanya mampu tersenyum pahit karena tidak siap menerima serangan balik dari Park. Kekalahan di pertandingan pertama itu juga diikuti oleh kekalahan pada dua pertandingan berikutnya, yaitu antara Markis Kido/Hendra Setiawan yang kalah 19-21, 21-15, 10-21 dari Jung Jae Sung/Lee Yong Dae juga kekalahan dua set langsung yang diderita oleh Taufik Hidayat dari Lee Hyun dengan skor 13-21, 14-21. Seperti biasa, saya sebagai orang Indonesia cuma bisa bersedih sambil berucap “untunglah…. Tim Uber kita bisa sampai final”.

Suatu saat, saya berkunjung ke satu cafe d’place bersama dua orang hebat (Mbak Hanna dan Mas Sigma) di Jakarta. Di cafe tersebut kami merasa tidak nyaman karena “tindak kekerasan” yang dilakukan oleh band cafe tersebut. Band yang mengisi cafe tersebut memainkan musiknya terlalu keras sehingga alih-alih menghibur malah membuat pengunjung memutuskan untuk kabur. Saya jadi teringat ketika dalam perjalanan menuju kafe tersebut, saya menjumpai banyak penjual viagra dan obat kuat pria. Obat yang digunakan oleh kalangan pria untuk memperkeras anunya lebih lama. Terkesan seperti diada-adakan mungkin (atau memang saya yang sudah terkontaminasi dengan kekerasan?), saya jadi terkejut dengan kenyataan bahwa kita hidup ditengah kekerasan dan sangat mengakrabinya.

Iklan

5 Responses to “[Indonesia] DPRD, IPDN, Thomas Cup dan Viagra”


  1. 1 fauzansigma 16 Mei, 2008 pukul 5:35 pm

    intinya adalah kekerasan itu sedang on fire di negara ini kan…

  2. 2 inidanoe 16 Mei, 2008 pukul 6:25 pm

    Yo’i bro., sepertinya demonstrasi mahasiswa juga kena imbas tuh…

  3. 3 aRuL 16 Mei, 2008 pukul 9:22 pm

    wah tadi kopdar yakz? sip2
    leh sigma lagi di jakarta juga…ikut aksi tgl 12 itu yakz…
    Hidup mahasiswa ya 🙂

  4. 4 inidanoe 16 Mei, 2008 pukul 9:33 pm

    @ aRuL:

    thanks kunjungannya bro., tersanjung neh didatengin insan perubahan.
    hidup mahasiswa. mohon diajari yah.

  5. 5 fauzansigma 17 Mei, 2008 pukul 3:37 pm

    ditunggu headernya..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Selamat Datang

Terima kasih atas kunjungan saudara/i ke ruang mengeja ini. Blog yang berisi buah pikiran seorang DANOE ini merupakan salah satu upaya agar dia tidak terlupakan begitu saja tertelan waktu yang tidak kenal kompromi. Ruang mengeja yang hadir pada 15 Mei 2008 ini, merupakan bentuk pelarian upaya lebih serius seorang DANOE untuk menulis setelah blog yang INI serta yang ITU dianggapnya kurang serius :D . Selamat menjelajahi RUANG MENGEJA ini dan silahkan mencaci maki DANOE sepuasnya disini. HIDUP BLOGGER...!!!

 mari mengeja...

Proudly Present... Komunitas Bloger Yogyakarta - CAHANDONG.ORG Komunitas Kretek

Tugas Sekolah

just send me IM
idYM : inidanoe
Mei 2008
S S R K J S M
    Jun »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Danu Saputra's Facebook profile

Powered by FeedBurner

Add to Technorati Favorites

%d blogger menyukai ini: