AKU, KAU, DIA, ADIKAU

“ketika mulut tak mampu lagi untuk berucap, inilah jawabanku. Aku yakin kamu mengerti”

Tentu aku tidak dapat melupakan kenangan-kengan kita dengannya kawanku. Suatu hal yang tidak bisa dipungkiri yaitu kebersamaan aku dan kau adalah karena kehadirannya. Dia memang begitu menawan bagi kita saat itu, bahkan seluruh perbedaan diantara kita yang bahkan membuat kita membenci satu sama lain dapat disirnakan begitu saja dengan kehadirannya. Suatu hal yang luar biasa bukan kawan.?

Lalu jika masih ada yang mempertanyakan ingatanku tentangnya, maka itu adalah suatu pertanyaan yang sangat lucu bagiku kawan. Bagaimana mungkin suatu hal yang luar biasa dapat kulupakan.? Bagaimana mungkin kawan.? Sudah sintingkah aku hingga melupakannya.?

WOIII…..APAKAH AKU SUDAH SINTING..???!!!

Kala itu, kita tak lagi memiliki apapun untuk dijadikan alat melangkah. Bahkan kaki-kaki kita sudah tak mampu lagi untuk sekedar mengayun lalu melangkah bersama, tapi kehadirannya mampu menyeret kaki-kaki kita dengan cepat, lebih cepat dari ayunan kaki seorang normal bahkan. Perjalan yang sebenarnya membutuhkan berpuluh-puluh tahun untuk mencapainya dapat kita tempuh hanya dengan bilangan hari kawan. Suatu dorongan atau entah tarikan yang berhasil diciptakannya saat itu benar-benar telah membuat kita sangat berbahagia dengan keberhasilan mencapai tujuan dengan cepat dan sekaligus membuat kita lupa akan kaki-kaki kita yang berlumuran darah, tergores dan tercabik-cabik sepanjang jalan. Jejak merah darah yang kita ciptakan disepanjang jalan itu dapat terlihat jelas jika saja kita sempat menoleh sebentar saja kebelakang.

Memang itu sudah lewat dalam hitungan waktu yang entah, tak dapat lagi aku ukur kadarnya, karena lama yang hadir bersama usang sangat tak pantas untuk bersanding mengiringinya. Memang tak lagi dia hadir diantara kita, tapi hanya dengan membalik telapak tangan kita kawan, dia dapat saja hadir begitu cepatnya, walau mungkin butuh sedikit waktu untuk kita saling mengakrabi lagi. Bahkan jabat erat tangan kita berdua sudah mampu mengirimkan sinyal akan kerelaannya hadir dengan sukarela jika kita menginginkannya.

YAH…JIKA KITA MENGINGINKANNYA KAWAN…!!!

Memoarnya memang tak pernah tertulis dalam sejarah kawan, tapi siapa diantara kita yang dapat menafikkan keberadaannya.? Dengan sedikit bumbu dan kemampuan kita kawan, sangat mustahil jika kita ingin memperkenalkannya pada seluruh dunia dan itu tidak terjadi. Dia bahkan dapat menjadi bintang idola bagi seluruh manusia dan tentunya dapat mempercepat lebih banyak lagi langkah-langkah kaki yang terseok.

TAPI APAKAH ITU PILIHAN KITA KAWAN…??!!

Sejak perpisahan dengan janji pertemuan yang masih tersimpan rapi namun berdebu di beranda hati kita kawan, bayangannya selalu saja mampu mengikuti setiap langkahku. Setiap keputusanku dalam hidupku yang tak selalu berarti kehidupan, tak pernah lepas dari pengamatnnya. Aku tidak merasa tertekan dengan kehadirannya kawan, tidak itu yang menyebabkanku tertekan kawan, melainkan pertanyaan apakah kau merasakan hal yang sama dengan yang kurasakan, yang menyebabkanku tertekan.

KAU ATAUKAH AKU YANG PANTAS MENDAMPINGINYA..??

Lalu aku mulai tertarik dengan kehadirannya kawan. Bukan….!!!! Bukan dia yang sama kawan. Dia yang berbeda kawan. Dia yang aku yakin juga kau kenal tapi tak pernah duduk bersama kita tatkala pesta dimulai hingga berakhir. Entah karena si empu pesta tak mengundangnya atau memang dia yang tak mau menghadiri pesta.

Dia yang sangat berbeda kawan. Dia yang selalu menjegal langkah-langkah tegapku. Menyayat-nyayat tubuhku, memukul bahkan menikamku. Sakit kawan. Luar biasa sakit perkenalanku dengannya. Sakit yang nyata dan dapat kulihat senyata-nyatanya memar, luka dan nanah di tubuhku yang busuk ini kawan.

SEDIKIT DEMI SEDIKIT AKU MENJADI MASOKIS KAWAN..!!

Tidak ada tipu disini kawan. Semua terjadi begitu alamiah. Kurasakan benci, dendam, marah, sakit juga tawa, senyum dan kebahagiaan dengan batasan yang tak terlihat. Kemarahan tertumpah begitu saja lalu kelegaan mengaliri persendianku. Kepala-kepala bergelindingan terlepas dari badan-badan yang masih tampak kuat menjadi pemandangan sepanjang perjalananku dengannya. Aku mulai mencintainya kawan dan aku berharap kau juga mencintainya. Jikalau tidakpun aku tak akan mengganggumu dengannya. Bukan…!!! bukan nya yang sama, tetapi nya yang pernah berada bersama kita, diantara kita.

Pertemuan kita baru sedetik lamanya kawan, tapi dapat kulihat kau hadir dengan megahnya bersama diamu sedang aku tampak lusuh dan peyot dengan diaku. Tak berpengaruh banyak memang dengan pertemuan kita yang hanya sebentar, tapi itu mampu membuatku terpesona, sungguh terpesona dengan diamu kawan. Diamu yang tersenyum dengan indahnya, berdiri sedikit angkuh juga sombong namun terbalut kebersahajaan.

Keterpesonaan yang sangat disadari dengan diaku yang lalu dengan segera menusukku dengan belati berkarat yang selalu dikaitkannya di samping pinggang namun tersembunyi dibalik pakaian yang tak pernah tak menjuntai. Aku jatuh kawan. Tepat di depanmu. Tersungkur.

Kau mungkin merasa iba denganku kawan, tapi aku bahagia kawan. Tidak lagi sakit tusukkan itu kawan melainkan nikmat.

SUNGGUH NIKMAT KAWAN…!!!

Entah apa itu, namun kurasa waktu menjadi kehilangan roda-roda penggeraknya. Diam dan tak bergerak. Menemaniku yang tergeletak tak bergerak diantara diamu kau dan diaku.

Tak pernah aku tau dari mana datangnya. Tak pernah kutau siapa dia kawan, hingga pada saat dia datang dengan sangat cepatnya, sebelum sempat terpisah kepalaku dengan badanku kudengar dia berbisik lirih, maaf, namaku adikau, lalu kurasakan kepalaku terlepas dari badanku. Masih sempat kulihat ketika kepalaku menggelinding, diamu, kau, diaku serta adiakau berdiri menantang. Lalu hanya gelap yang terlihat. Gelap. Lenyap. Lenyap.

AKU MATI KAWAN…!!!

Iklan

12 Responses to “AKU, KAU, DIA, ADIKAU”


  1. 1 sungai 2 Juni, 2008 pukul 1:06 am

    wah, tentang apakah ini? jangan katakan apapun pada seseorang itu, jika kau tak ingin kehilangannya. hehe. sok tahu……

  2. 2 westnu 4 Juni, 2008 pukul 10:53 am

    AKU MATI KAWAN…!!!

    turut berduka cita..

  3. 3 Sawali Tuhusetya 6 Juni, 2008 pukul 4:55 am

    saya malah lebih tertarik dengan image-nya, mas danoe, hehhehehehe πŸ˜† mengingatkanku pada pembungkaman dan pengekangan berpendapat. mudah2an saja aku, kau, dia, dan adikau *halah* masih bisa bersuara meski banyak sayatan yang mengiris tenggorokan.

  4. 4 diaNa 6 Juni, 2008 pukul 12:32 pm

    danuuuu….ini ngomong apaaaaa postingannya dah Na baca kok Na tetep ga nyambung yaaaa..heheheheheheh…
    iyah nih wp Na di buka lagi…
    bLom ada ide buat posting di wp..

  5. 5 tc 6 Juni, 2008 pukul 3:13 pm

    *berusaha mencerna dan menghayati…

    hmm lagi marah ya?
    sama sapa??

    πŸ˜›

  6. 6 fauzansigma 8 Juni, 2008 pukul 1:45 am

    PADA GAK NYAMBUUUUNGGG…..

  7. 7 inidanoe 8 Juni, 2008 pukul 8:12 pm

    @ sungai : aku gk mau kehilanganmu, jadi aku gk mau mengatakan apa2 πŸ˜€

    @ westnu : aku hidup lagi πŸ˜›

    @ Sawali Tuhusetya : gak bisa ngomong tapi bisa nulis pak πŸ˜€

    @ diaNa : bochiel bacanya gk usah pake bahasa pascal biar ngerti πŸ˜›

    @ tc : kok tau lagi marah.??

    @ fauzansigma : ayo bung disambungin πŸ™‚

  8. 8 natazya 9 Juni, 2008 pukul 8:13 pm

    merasa mati…

    gapapa kadang kadang

    mati buat bisa hidup kembali πŸ˜‰

  9. 9 ulan 10 Juni, 2008 pukul 12:31 pm

    ckckckkckckck.. maaf mati nya cool

  10. 10 inidanoe 10 Juni, 2008 pukul 2:14 pm

    @ natazya : cuma ungkapan doank kok πŸ˜€

    @ ulan : mati cool gk cool tetep ajah mati.. is dead. πŸ˜›

  11. 11 monsterikan 11 Juni, 2008 pukul 8:00 am

    mati gak enak tau. tapi akhirnya kita mati sih mau gimana lagi

  12. 12 inidanoe 11 Juni, 2008 pukul 12:31 pm

    @ monsterikan : ah mati itu menyenangkan., buktinya orang2 yang dah mati jadi ketagihan., gk bangun2 lagi., gk hidup2 lagi πŸ˜€


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Selamat Datang

Terima kasih atas kunjungan saudara/i ke ruang mengeja ini. Blog yang berisi buah pikiran seorang DANOE ini merupakan salah satu upaya agar dia tidak terlupakan begitu saja tertelan waktu yang tidak kenal kompromi. Ruang mengeja yang hadir pada 15 Mei 2008 ini, merupakan bentuk pelarian upaya lebih serius seorang DANOE untuk menulis setelah blog yang INI serta yang ITU dianggapnya kurang serius :D . Selamat menjelajahi RUANG MENGEJA ini dan silahkan mencaci maki DANOE sepuasnya disini. HIDUP BLOGGER...!!!

 mari mengeja...

Proudly Present... Komunitas Bloger Yogyakarta - CAHANDONG.ORG Komunitas Kretek

Tugas Sekolah

just send me IM
idYM : inidanoe
Mei 2008
S S R K J S M
    Jun »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Danu Saputra's Facebook profile

Powered by FeedBurner

Add to Technorati Favorites

%d blogger menyukai ini: