Kaya dan Bahagia

Selama ini kita selalu hidup dalam oposisi biner. Benar salah. Kanan kiri. Hidup mati. Kaya miskin. de el el. Tulisan ini juga bagian oposisi biner antara menulis dan tidak menulis ๐Ÿ˜€ dan juga hasil dari pilihan setelah membaca tulisan mbak ulan, mas adi isa, pak sawali dan mbak itik kecil yang membahas tentang kemiskinan.

Berbeda dengan segala sesuatu yang berbentuk/riil/materi, kaya-miskin, bahagia-sedih, cantik jelek, de ka ka merupakan sesuatu yang ada dalam imaji. Ketika kita dapat dengan mudah menentukan inilah pulpen, leptop, uang, mobil, sepeda, becak, itu karena kita dapat melihat bentuk fisik dari benda-benda tersebut dan tentunya akan berbeda dengan cara kita menentukan sesuatu yang tidak memiliki bentuk fisik.

Pada kenyataannya, kebanyakan kita sering menentukan hal-hal tak berbentuk fisik tersebut dari atribut-atribut fisik yang mendampinginya. Secara tidak sadar, seringkali kita menganggap diri kita sendiri itu kayaย  atau miskin berdasarkan materi yang kita miliki. Karena anggapan seperti ini pulalah, kita mengklaim bahwa ketika kita ingin bahagia maka kita harus kaya dalam arti memiliki materi yang berlimpah. Padahal kaya seperti ini adalah sesuatu yang sangat berbeda dengan kebahagiaan. Saya jadi ingat kata-kata ABAH dalam serial TV “KELUARGA CEMARA”

Kita memang tidak kaya, tapi apa lantas kita tidak bahagia….???

Mungkin iya, ketika kita memiliki materi yang berlimpah, kita dapat memuaskan nafsu berbelanja kita, tapi apa lantas kita bahagia dengan itu semua…???

Kembali lagi saya membaca tulisan mbak ulan, bagaima kita tahu mana kaya jika kita idak tahu mana yang miskin..?? Bagi saya, oposisi biner itu bukanlah sesuatu yang berlawanan, melainkan sesuatu yang saling melengkapi. Segala seseuatu yang saling melengkapi tidak dapat dipisahkan dengan tingkatan karena sejatinya kita tidak dapat memahami yang satu tanpa memahami yang lainnya.

JIka kita memiliki harta yang berlimpah tapi tetap saja merasa kurang dan terus menyiksa diri berusaha menambah harta begaimanapun caranya, apakah kita pantas disebut kaya..???

Jika kita tidak memiliki harta yang berlimpah tapi merasa cukup dengan apa yang dimiliki sekarang, merasa inilah yang terbaik dan pantas untuk kita miliki, berusaha mengelolanya bukan menghabiskannya, lantas apa kita pantas untuk disebut miskin..???

Apa menurut anda seorang Mohandas Karamchand Gandhi a.k.a Mahatma Gandhi yang tidak memiliki apapun secara materi itu seorang yang miskin..??

Iklan

24 Responses to “Kaya dan Bahagia”


  1. 1 inidanoe 22 Oktober, 2008 pukul 6:26 am

    sedang belajar untuk mengelola uang. Karena selama ini saya merasa diajari untuk menghabiskan uang berapapun banyaknya bukan diajari untuk mengelola uang berapapun sedikitnya ๐Ÿ˜ฆ

  2. 2 pranajayas 22 Oktober, 2008 pukul 9:23 am

    Indosat blog contest ikutan yuk !!!

  3. 3 Alex 22 Oktober, 2008 pukul 9:29 am

    Idealnya kita ini Kaya harta, kaya ilmu, kaya budi, kaya akhlaq dan kaya segalanya. Dan semuanya juga menjadi ujian bagi kita. Termasuk kemiskinan, ini juga ujian bagi kita.

    Dan yg lebih idealnya lagi kita ini Kaya di Dunia dan Kaya di Akhirat.
    amin.

    salam kenal mas Danoe ๐Ÿ™‚

  4. 4 quantumeconomics 22 Oktober, 2008 pukul 9:43 am

    informasi yang baik.. semoga kegiatan menulis anda senantiasa mendapat balasan yang setimpal dari Yang Maha Kuasa.
    Kunjungi blog saya. baca dan analisa dengan seksama. saya berharap kita dapat meraih kemapanan finansial bersama-sama. amin

  5. 5 ulan 22 Oktober, 2008 pukul 11:02 am

    wah om danoe emang top.. udah dapet pencerahan nya
    *salaman*

  6. 6 agunk agriza 22 Oktober, 2008 pukul 6:56 pm

    kaya belum tentu bahagiaa ๐Ÿ˜‰

  7. 7 Sawali Tuhusetya 22 Oktober, 2008 pukul 7:17 pm

    saya sepakat dengan mas danoe, kaya dan miskin itu bisa muncul jika kedua-duanya hadir. orang bisa disebut kaya jika ada yang miskin. itu secara eksternal secara internal, kaya atau miskin sangat dipengerauhi oleh karakter orangnya. orang bisa saja merasa dirinya sangat kaya mekinpun secara materiil dia sebenarnya ndsak punya apa-apa.

  8. 8 orang tidak kaya tidak miskin 23 Oktober, 2008 pukul 1:16 am

    menurut saya, itu adalah proses pencarian hakikat Mas Danu, semoga kita semua dapat dimudahkan jalanya untuk dapat menemukan hakikat. Karena, tidak hanya seoarang ustadz yng terus berada dimasjid saja yang dpat menemukan hakikat bukan. Bahkan saya kira, hakikat itu akan kita temukan di tempat yang berserakan di lorong-loring dunia! mari kita keliling dunia berdua mas danu!

  9. 9 s H a 23 Oktober, 2008 pukul 8:48 am

    Mmmm, kaya dan miskin adalah relatif. Seperti orang bisa menyebut seorang yang lain itu cantik atau jelek. Karena sebenarnya,semua datang dari perasaan. Saat kita bilang 1 orang miskin, belum tentu dia merasa gitu. Begitu juga sebaliknya

    Btw, saia juga lagi belajar mengelola uang nih . semoga kita sukses ! =)

  10. 10 inidanoe 23 Oktober, 2008 pukul 2:04 pm

    @ pranajayas :
    wah mas., saya mallu nek ikut2 kaya gt. lagian saya juga gk kualifeid ikut itu, tapi thanks banget infonya. Yang mo ikut….monggo…

    @ Alex :
    lam kenal juga mas Alex. Wah., dimana-mana yang ideal itu susah didapet mas., gmn dunk ๐Ÿ˜ฆ

    @ quantumeconomics :
    Apluuussss….. eh amiiiinnnnn…..

    @ ulan :
    iya., kemaren dah beli lampu., jadi kamarnya terang nan cerah.
    *pelukan*

    @ agunk agriza :
    yang jelas david bechkam gk kaya’ saya….saya gk rela disama2in walaupun dia bahagia jika disama2in saya :p

    @ Sawali Tuhusetya :
    SEPAKAT PAK GURU…!!!! ๐Ÿ˜€

    @ orang tidak kaya tidak miskins :
    Hakikatnya anda itu Fawzan Sigma Aurum ๐Ÿ˜€
    tumben gk login bro..???
    ayo…kapan kita jalan2 keliling2…..????

    @ s H a :
    Semog sukses bareng….
    Amiiieeennn…..!!!!

  11. 11 Alex 23 Oktober, 2008 pukul 2:24 pm

    jawabannya MERASA JADI KAYA…….hahaha

    mas sy ijin link blognya ya ?

  12. 12 kishandono 23 Oktober, 2008 pukul 4:15 pm

    sering-sering lihat ke bawah deh… pasti kita akan terus bersyukur.

  13. 13 inidanoe 23 Oktober, 2008 pukul 4:56 pm

    @ Alex :
    monggo mas…saya tersanjung… :blushing:

    @ kishandono :
    siyaappp boz…..
    eh tapi gimana bisa tau bawah klo gk tau atas yak…???

  14. 14 juliach 23 Oktober, 2008 pukul 5:16 pm

    Yang aku benci: bersifat miskin. Memang prinsip hidupku: kita harus kaya. Penalarannya tidak hanya material. Jika bisa kita dapat, itu syukur-syukur. Maksudku sealain matelial, juga kaya moral, ilmu dan hati.

    Jika kita sudah miskin harta, miskin hati pula. Lalu bagaimana kita bisa memberi??? Boro-boro deh kasih informasi?!!?!?

  15. 15 sandi 23 Oktober, 2008 pukul 11:41 pm

    Iya cita2ku juga yang penting bahagia. Kalau kaya bisa bikin bahagia la sebelas dua belas dong.. yang penting bahagia ajaaaa….

  16. 16 Qittun 24 Oktober, 2008 pukul 12:30 am

    “Ustadz mode On”

    Amal dan beribadah = Harta abadi = bahagia permanent

    “Ustadz mode op”

    Amal dan beribadah adalah hal yang kadang mudah terlupakan oleh saya…

  17. 17 uNieQ 24 Oktober, 2008 pukul 9:30 pm

    klo punya harta melimpah tp masih aja merasa kurang, itu memang hakikatnya manusia…kurang bisa bersyukur atas apa yang telah dy miliki…klo sudah begitu..menghalalkan segala cara deyh..

    ๐Ÿ˜€ intinya siyh merasa cukup..tp apakah ada manusia yang merasa cukup???

  18. 18 ainul fahmi 25 Oktober, 2008 pukul 10:47 am

    hallo salam kenal !!!!!!
    mampir ke blog ku ya!!!!!!

  19. 19 melur 26 Oktober, 2008 pukul 7:21 am

    the best things in life cannot be seen or touched, they are felt by the heart;)

  20. 20 bluethunderheart 28 Oktober, 2008 pukul 7:19 pm

    aku doakan abangku ini tetap menjadi orang yg kaya harta dan kaya imannya.
    tetap semangat dan salam hangat selalu

  21. 21 Sassie Kirana 31 Oktober, 2008 pukul 1:05 pm

    Kaya belum tentu bahagia
    Bahagia belum tentu kaya jadi enaknya apa dong hmm yang sedang sedang aja kali ya..
    Kunjungan balasan salam kenal mas danu ^^v

  22. 22 sofianblue 1 November, 2008 pukul 5:49 pm

    yang menjengkelkan itu sudah miskin tapi sombong. mungkin mereka bahagia dengan kesombongannya. jadi ya.. tak apalah!!

    *danoe, tiap kali bales YM mu kok selalu error ya??*

  23. 23 aRuL 3 November, 2008 pukul 4:04 pm

    Saya kaya karena kaya akan teman ๐Ÿ™‚

  24. 24 iklan-sukses.com 18 November, 2008 pukul 3:48 pm

    Balance antara kaya hati dan Harta baru Bahagia ..
    salam kenal mas ๐Ÿ™‚


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Selamat Datang

Terima kasih atas kunjungan saudara/i ke ruang mengeja ini. Blog yang berisi buah pikiran seorang DANOE ini merupakan salah satu upaya agar dia tidak terlupakan begitu saja tertelan waktu yang tidak kenal kompromi. Ruang mengeja yang hadir pada 15 Mei 2008 ini, merupakan bentuk pelarian upaya lebih serius seorang DANOE untuk menulis setelah blog yang INI serta yang ITU dianggapnya kurang serius :D . Selamat menjelajahi RUANG MENGEJA ini dan silahkan mencaci maki DANOE sepuasnya disini. HIDUP BLOGGER...!!!

 mari mengeja...

Proudly Present... Komunitas Bloger Yogyakarta - CAHANDONG.ORG Komunitas Kretek

Tugas Sekolah

just send me IM
idYM : inidanoe
Oktober 2008
S S R K J S M
« Sep   Nov »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Danu Saputra's Facebook profile

Powered by FeedBurner

Add to Technorati Favorites

%d blogger menyukai ini: