Hitam Keras tak Berdarah

Lelaki itu terseok dalam langkahnya. Kamu tau Nak, dia lelaki yang  tadi terjatuh dari jurang setinggi gedung tingkat dua puluh satu. Kasihan benar tampaknya lelaki itu. Sudah jatuh sendiri, bangun dan melangkahpun ia harus lakukan sendiri. Biar Nak, biar dia bangkit sendiri. Tak perlu lah kamu membuang tenaga untuk membantunya, toh dia juga tak mengharapkan bantuan dari sesiapapun kecuali dari seorang. Seorang entah, seorang yang hanya dia saja yang mengetahuinya.

Jika hendak, sungguh semua orang yang melihatnya tentu dengan bersenang hati menolong. Tapi kamu lihat sendiri bukan, dia sendiri sajalah yang tak menginginkan bantuan dari sesiapapaun. Dia cukup kuat, semua orang tahu. Untuk menyembuhkan luka pada tubuh kuatnya itu, cukuplah dia seorang yang melakukannya sendiri. Dia hanya percaya pada seorang yang hanya dia yang tahu untuk menyembuhkan luka pada pedalamannya. Kasihan dia.

Nak, kamu lihat tadi dia terjatuh?

Hancur semua dia punya badan Nak. Jika bukan lelaki kuat seperti kebanyakan lelaki saat ini, dia pasti membutuhkan tahunan waktu untuk dapat bangun dan melangkah, atau mungkin dia sudah mati saat ini. Kamu lihat bukan, dia bukan lelaki lemah kebanyakan, disusunnya dia punya badan dalam waktu yang cukup singkat, tak ada tiga jam, sudah bisa dia bangun dan memulai langkah. Hebat betul dia itu.

Nak, coba kamu sempat perhatikan dia punya mata. Memang tak lagi ada binar di sana. Aaahh, tapi semua orang yang benar punya perhatian padanya tentu sudah menyadari sinar di mata itu sudah lama redup. Mata redup yang terus dipakai untuk memapar dunia didepannya. Bukan sepertinya, tapi memang kasihan dia punya hidup Nak.

Kamu sempat lihat dia menyusun tubuh tadi, Nak?

Dari hampir tiga jam waktu yang dibutuhkannya, paling lama, mungkin setengah lebih dari yang hampir tiga itu, dihabiskannya untuk mencari hati. Tampak lemas dan putus asa dia mencari hati, apatah lagi ketika dia dapati satu-satunya hati dia punya telah hancur berkeping dan tak mungkin disatukan lagi. Dikumpulkannya memang dia punya hati yang berkeping-keping itu. Dibungkus sekenanya dengan selembar kain usang yang disobek dari kaos miliknya juga.

Kamu lihat itu Nak?

Diambilnya sebongkah batu hitam dari tempat dia jatuh dan di letakkan di dalam dada. Seperti menangis dia punya mata ketika terpasang batu hitam keras pada ruang yang seharusnya hati ada di sana. Iya Nak, dia mengganti hatinya dengan sebongkah batu hitam keras tak berdarah. Kasihan betul dia, Nak.

Seperti menangis dia punya mata, tapi tak ada air mengalir di sana. Seperti mampu dia memapar dunia dengan mata yang telah lagi padam binarnya. Seperi kuat dia melangkah di atas kaki yang tak lagi mampu bersatu arah. Seperti mampu dia hidup dengan hati yang tak lagi merasai hidup.

Iklan

18 Responses to “Hitam Keras tak Berdarah”


  1. 1 Nafi' Abdul Hakim 18 April, 2009 pukul 8:38 am

    wah..
    aku sulit mengerti dengan orang yang tak mau ditoong tadi..
    enath ku gk tahu kenapa dia gk mau ditolong..??
    apakah maksudnya kak..??
    jadi bingung aku..
    apakah tujuan dari postingan ini..??
    aku suit mengerti..??

  2. 2 aNGga Labyrinth™ 19 April, 2009 pukul 9:30 pm

    Hhhmm… anomali ya :mrgreen:

    pasti berfikir seperti yang orang lain fikirkan kepadanya

    *sotoy mode : on*

  3. 3 adi isa 20 April, 2009 pukul 11:51 am

    saya kira, ini adalah perumpamaan…entahlah..
    apakah itu benar2 ada?

  4. 4 fauzansigma 21 April, 2009 pukul 10:36 am

    km bgt Dan…

  5. 5 nafisblog 21 April, 2009 pukul 3:31 pm

    beneran gitu?

  6. 6 s H a 22 April, 2009 pukul 8:05 pm

    Dan.

  7. 7 chie 22 April, 2009 pukul 8:48 pm

    keHilaNgaN haTi??!!!

    *sepeRti ana keciL yg jaTuh ituu???*
    ..aq g peRnaH mengeRti…

  8. 8 tirta 23 April, 2009 pukul 2:32 pm

    tulisan yang sangat bagus…
    Aku rasa ini gambaran hidup sang penulis…dimana dia merasa tak ada lahi hati di tubuhnya…

    tetap semangat dan..

  9. 9 randualamsyah 24 April, 2009 pukul 1:27 pm

    Keren…!

  10. 10 mel 24 April, 2009 pukul 1:47 pm

    perlu mengernyitkan kening kalau mau mendalami cerita ini…good story..

  11. 11 fauzansigma 25 April, 2009 pukul 12:24 pm

    Dan, coba km kesini http://radityadika.com/muka-baru-ini/ liat di fotonya… 🙂 🙂 😀 😀

  12. 12 Raffaell 26 April, 2009 pukul 12:12 am

    Punya harga diri yang tinggi, dan ngga mau meletakan tangan di bawah, cool

  13. 13 oNe entebe 27 April, 2009 pukul 12:54 pm

    wah dasar … kerasate
    susah

  14. 14 annosmile 27 April, 2009 pukul 10:11 pm

    akhir yg membingungkan

  15. 15 vana 28 April, 2009 pukul 7:39 am

    habis baca karya sastra jaman perjuangan y? gaya bahasanya kepengaruh.
    mazhabnya romantisisme ya mas?

    selamat berjuang menemukan hati.

  16. 16 nurrahman18 3 Mei, 2009 pukul 1:17 am

    akhirnya aku juga binung, tapi overall….two thumbs up

  17. 17 cheraceria 4 Mei, 2009 pukul 7:07 pm

    ngemo..

    apa sampe seperti itu???

  18. 18 aRuL 3 Juni, 2009 pukul 9:14 pm

    judulnya….. hehehe


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Selamat Datang

Terima kasih atas kunjungan saudara/i ke ruang mengeja ini. Blog yang berisi buah pikiran seorang DANOE ini merupakan salah satu upaya agar dia tidak terlupakan begitu saja tertelan waktu yang tidak kenal kompromi. Ruang mengeja yang hadir pada 15 Mei 2008 ini, merupakan bentuk pelarian upaya lebih serius seorang DANOE untuk menulis setelah blog yang INI serta yang ITU dianggapnya kurang serius :D . Selamat menjelajahi RUANG MENGEJA ini dan silahkan mencaci maki DANOE sepuasnya disini. HIDUP BLOGGER...!!!

 mari mengeja...

Proudly Present... Komunitas Bloger Yogyakarta - CAHANDONG.ORG Komunitas Kretek

Tugas Sekolah

just send me IM
idYM : inidanoe
April 2009
S S R K J S M
« Mar   Jun »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Danu Saputra's Facebook profile

Powered by FeedBurner

Add to Technorati Favorites

%d blogger menyukai ini: