Archive for the 'Ceritanya cerita-cerita fiktif' Category

Dan

penggodan shepia

Dan ketika kesedihan memaksa badai bergemuruh di rongga dadaku, hadirmulah yang mampu menenangkannya.

Dan hanya genggaman, juga rangkulan tanganmu yang mengubah kobaran api di hatiku menjadi kesejukan yang tak terbantahkan.

Dan tak ada satupun dari berjuta bidadari yang mampu menghadirkan kedamaian seperti yang kau suguhkan.

Dan kamu adalah satu-satunya yang bisa membuatku jatuh cinta berkali-kali.

Dan saat bersamamu, aku tak membutuhkan apapun lagi.

Dan kamulah satu-satunya bagiku.

*Sumber Foto : Googling 😀

Iklan

Penantian

Hingga pada suatu titik., penantian itu tak lg mengharap pertemuan. Dan tiap hembusan nafas adalah hitungan mundur menuju kematian., tak ada lg udara yang terhirup namun sesak juga tak kunjung menyapa.

Mau [gk] Percaya.

Masalah kepercayaan memang terletak pada diri sendiri. Seburuk apapun kamu, selama aku tetap mempercayaimu sebagai seseorang yang sangat baik, kamu akan tetap selalu menjadi yang terbaik buatku. Begitupun sebaliknya, sebaik apapun kamu, selama aku tetap mempercayaimu sebagai seseorang yang sangat buruk, kamu akan tetap selalu menjadi yang palik buruk buatku. Selamanya ini hanyalah masalahku. Hati dan pikiranku yang menentukannya.

Sampai saat ini aku masih menganggapmu baik-baik saja dan sebenarnya kamu memang baik-baik saja.  Semua yang menggangguku setelah aku pikir lagi memang sangat wajar. Sangat wajar memang jika orang-orang melakukan hal-hal yang kamu lakukan. Mencari dan berusaha mendapatkan segala yang baik untuk dapat dimanfaatkan sebaik mungkin. Sangat wajar dan aku coba tekankan jika itu sangat baik. Sampai saat ini aku masih tetap beranggapan itu baik. Kamu baik. Entah esok pun entah beberapa detik kedepan.

sedot darah

Aku tidak tahu, entah kapan aku berhenti menganggap semua tindakanmu itu baik. Semoga saja aku masih tetap bisa mempercayaimu. Mempercayai jika mencari tambang dan mengeruk habis semua isinya lalu meninggalkannya untuk mencari tambang lain itu adalah hal yang baik. Semoga saja aku masih bisa mempercayaimu untuk hal itu, jika tidak lagi bisa mempercayainya maka aku tidak tahu lagi bagaimana aku akan bersikap padamu.

Kamu baik, dan aku percaya itu. Semoga kamu bisa membuat kepercayaanku menjadi kenyataan, tidak hanya sekedar kepercayaan semu. Semoga……

MOUR DE 6/3

Kerinduan setelah lama tidak mempublish tulisan di blog kesayangan ini benar2 tak tertakankan. Sebagai obat penawar rindu itu., postingan ini hanya mengutip paragraf awal dan kedua dari akhir sebuah novel yang saya yakin tidak akan diterbitkan.

Semoga berkenan….

SEMASA kecil, aku selalu suka bermain dengan apa saja yang menarik bagiku. Jikalau tak sampai tanganku menggapainya, cukuplah mataku yang akan bermain. Tembok kamar, tempat tidur, buku-buku ayah dan majalah-majalah ibu hampir setiap hari kuajak bermain. Anak-anak kecil sebayaku, hampir selalu menjadi bahan permainanku – walau itu lebih banyak terjadi dalam dunia imajiner yang kuciptakan sendiri – dan mataku akan berbinar kegirangan saat itu. Sering kudengar kata nakal terlontar untukku, namun tak pernah aku menghiraukannya. Aku selalu menyadari kata sayang, restu dan maaf jauh lebih sering hadir untukku.

***

Setelah hilang taksi yang membawa Lita pergi dari jangkauan tatap mataku, akupun membalikkan badan, melangkahkan kaki tidak menuju makam Aya, tidak menuju rumahku, pun tidak tahu hendak kemana. Hanya saja hatiku lirih mengucap pesan untuk Lita…..

Aku pergi, dan aku yakin kamu akan menyusulku. Entah kapan, namun aku akan tetap menunggu. Aku yakin Tuhan sangat mencintaimu pun juga aku. Karena tak ada selain aku yang pantas mencintaimu kecuali Tuhan”

***

Hitam Keras tak Berdarah

Lelaki itu terseok dalam langkahnya. Kamu tau Nak, dia lelaki yang  tadi terjatuh dari jurang setinggi gedung tingkat dua puluh satu. Kasihan benar tampaknya lelaki itu. Sudah jatuh sendiri, bangun dan melangkahpun ia harus lakukan sendiri. Biar Nak, biar dia bangkit sendiri. Tak perlu lah kamu membuang tenaga untuk membantunya, toh dia juga tak mengharapkan bantuan dari sesiapapun kecuali dari seorang. Seorang entah, seorang yang hanya dia saja yang mengetahuinya.

Jika hendak, sungguh semua orang yang melihatnya tentu dengan bersenang hati menolong. Tapi kamu lihat sendiri bukan, dia sendiri sajalah yang tak menginginkan bantuan dari sesiapapaun. Dia cukup kuat, semua orang tahu. Untuk menyembuhkan luka pada tubuh kuatnya itu, cukuplah dia seorang yang melakukannya sendiri. Dia hanya percaya pada seorang yang hanya dia yang tahu untuk menyembuhkan luka pada pedalamannya. Kasihan dia.

Nak, kamu lihat tadi dia terjatuh?

Lanjutkan membaca ‘Hitam Keras tak Berdarah’

Lelaki Gudang Garam

Lelaki itu beranjak pergi meninggalkan kota patah hati. Hari masih siang ketika kakinya menapak ke dalam kereta besi yang penuh sesak mamalia berakal pun juga bernafsu. Pada kereta besi yang terengah-engah dalam rangkaknya, dia menempatkan diri di samping pintu salah satu rangkaian kereta. Tak ada komunal bahkan seorangpun yang memberi lambaian tangan perpisahan untuknya, hanya saja bagaimanapun sesak meraja siang ini, semesta masih memberi ruang untuknya.

Lelaki itu membawa mata, hidung, bibir, telinga, tangan, kaki juga bagian tubuh lainnya dengan utuh, tapi hanya hatinya yang tak pernah utuhlah yang dapat terlihat jelas dari kedua bola mataku. Aku sudah berada dalam kereta ini berjam-jam lebih dulu dari lelaki itu, namun tak satupun yang dapat menarik perhatian bola mataku seperti ini selain lelaki itu.

Baru saja dia mengeluarkan sebungkus rokok Gudang Garam. Mengambil sebatang dari dalamnya lalu menyulutnya dengan korek gas biru. Tarikan nafasnya yang dalam juga hembusan asap dari mulut dan hidung serta tatapan kosong dari matanya selalu saja berulang.

Kejadian monoton itu seharusnya menjadi hal yang membosankan bagiku, namun entah apa yang membuatku begitu tertarik pada lelaki itu. Apa ketertarikan harus memiliki alasan?

Ini sudah empat jam lamanya, lelaki itu masih saja melakukan kegiatan monotonnya, aku hitung sudah empat bungkus rokok yang dihabiskannya dan saat ini lelaki itu mengeluarkan bungkus rokok kelimanya. Seperti ketertarikanku yang tanpa alasan, akupun tak habis pikir, apa yang menghalangiku untuk mendekatinya, sekedar menyapa atapun berkenalan dengan sedikit basa basi.

Ini sudah empat jam lebih lamanya dan aku merasa ruang disekitar lelaki itu semakin luas. Entah itu hanya perasaanku setelah melihat bagian lain dari kereta yang semakin penuh sesak atau memang beberapa benda juga makhluk beranjak pergi meninggalkan ruang kecil yang cukup luas tempat lelaki itu berada.

Angin menyapa tubuhku yang cukup berkeringat, lelaki itu membuka pintu kereta di belakangnya lalu mengubah arah duduknya 180°. Sedikit sejuk dan aku menikmati hembusan angin dari pintu yang terbuka itu. Sempat kulihat ia memasukkan lipatan kertas yang diambil dari celana jeans kumalnya ke dalam plastik pembungkus rokok kelimanya. Kelakuan barunya ini menarik perhatianku dan entah dorongan apa yang membuatku sangat ingin menghampirinya saat itu.

Kurang dua langkah lagi aku dapat mencapai tempat ia duduk, aku mematung. Tak ada mata lain selain kedua mataku yang melihatnya. Tak ada teriak histeris dari mulutku. Tak ada gerakan lain selain lututku yang tiba-tiba lunglai dan terduduk dengan bertumpu pada yang lunglai itu. Lelaki itu membuang dirinya keluar pintu seperti tanpa beban saat kereta besi masih terengah-engah dalam rangkaknya pada jembatan panjang di atas sebuah sungai yang tak berair.

***

Lanjutkan membaca ‘Lelaki Gudang Garam’

Ibuku

ibuku memang gk kenal internet yg kukenal, yang ibu tau indomie telur kornet.

ibuku memang gk pernah jalan-jalan keluar kota, tapi cukup senanglah hatinya jika kuceritakan pengalamanku berkeliling kota-kota di luar sana.

ibuku memang tak tampak berbeda dengan ibu-ibu yang lain., tapi sempatkanlah barang setengah atau satu jam untuk ngobrol dengannya., aku rasa kamu akan membawa segudang rasa iri padaku di hati.

ibuku selalu saja menantiku bercerita banyak hal., sepertiku yang selalu menantinya bercerita padaku. rasa nyamanku adalah sesuatu yang kuwarisi dari rasanya.

ibuku baru saja mendengarkan cerita dariku., tentang kehidupan anaknya di zaman yang tak pernah ditemuinya semasa muda., namun sekali dengar tadi., telah cukup dipahaminyalah resah sang putra. Lanjutkan membaca ‘Ibuku’


Selamat Datang

Terima kasih atas kunjungan saudara/i ke ruang mengeja ini. Blog yang berisi buah pikiran seorang DANOE ini merupakan salah satu upaya agar dia tidak terlupakan begitu saja tertelan waktu yang tidak kenal kompromi. Ruang mengeja yang hadir pada 15 Mei 2008 ini, merupakan bentuk pelarian upaya lebih serius seorang DANOE untuk menulis setelah blog yang INI serta yang ITU dianggapnya kurang serius :D . Selamat menjelajahi RUANG MENGEJA ini dan silahkan mencaci maki DANOE sepuasnya disini. HIDUP BLOGGER...!!!

 mari mengeja...

Proudly Present... Komunitas Bloger Yogyakarta - CAHANDONG.ORG Komunitas Kretek

Tugas Sekolah

just send me IM
idYM : inidanoe
Oktober 2017
S S R K J S M
« Apr    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Danu Saputra's Facebook profile

Powered by FeedBurner

Add to Technorati Favorites